Tag: penerjemah

  • Sayang Tanpa Ng

    Sayang Tanpa Ng

    Biasanya, menerjemahkan puisi adalah cara saya untuk tetap waras menghadapi pengulangan bertubi-tubi yang, ternyata, menjadi warna cukup dominan dalam proyek terjemahan saya sehari-hari. Klien tetap saya bisa dihitung pakai jari-jari sebelah tangan saja. Jadi, lumrahlah kalau jenis naskah yang saya hadapi cukup mudah diperkirakan bidang, gaya penulisan, kosa kata, dan tingkat kesulitannya. Di sesela suasana […]