Jejak Langkah “Boycott” ke “Boikot”

“Ada satu kata yang menggangguku.” “Apa itu?” tanya Bapa John. “Begini,” kataku, “saat masyarakat mengucilkan seorang pencaplok-lahan kita menyebutnya dengan istilah eks-komunikasi sosial, tapi kita harusnya punya sebuah kata yang sama-sekali berbeda untuk mengacu pada ostrasisme (pengucilan) yang ditimpakan pada seorang tuantanah atau agentanah seperti si Boycott itu. Ostrasisme bukan istilah bagus – para petani […]